R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Apa itu UMKM dan Contoh Usahanya? Inilah Definisi dan Kategorinya

Pengertian UMKM dan Contohnya

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jal ini merupakan fenomena positif karena UMKM merupakan bagian penting dalam perekonomian suatu daerah dan negara.

UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong inovasi dan kreativitas, serta membantu mewujudkan pemerataan ekonomi dengan memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara.

Apa Itu UMKM?

Dalam keseharian, pasti kita sering mendengar atau mungkin menggunakan istilah UMKM. Biasanya ditujukan untuk usaha-usaha kecil, seperti pedagang makanan, barang, dan lain-lain. Meski terkesan kecil, ternyata UMKM memiliki dampak yang luar biasa ya bagi perekonomian negara. Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kenali dulu apa sih UMKM itu?

UMKM atau singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, adalah salah satu model usaha atau perdagangan dalam skala kecil yang biasanya dilakukan oleh individu atau perorangan. Penggolongan UMKM biasanya dilakukan dengan batasan omzet per tahun, jumlah kekayaan atau aset, serta jumlah karyawan dari suatu usaha.

Ciri-Ciri UMKM

Meski sudah sangat familiar dengan istilah UMKM, sebagian orang mungkin tidak bisa membedakan mana usaha UMKM dengan yang bukan. Sebagai pembeda, ciri-ciri UMKM sebagai berikut:

  1. Barang pada usaha tidak tetap atau bisa berubah-ubah.
  2. Tempat menjalankan usaha tidak tetap atau bisa berpindah-pindah.
  3. Memiliki skala produksi yang terbatas.
  4. Sumber daya manusia (SDM) di dalamnya juga masih terbatas.
  5. Sistem administrasi dan transaksi masih manual atau belum terstruktur.
  6. Umumnya belum memenuhi legalitas seperti ijin usaha dan pajak.
  7. Masih berfokus pada pelayanan lokal atau pasar regional.

Dari ciri-ciri yang sudah disebutkan, apakah kini Anda sudah bisa membedakan jenis usaha UMKM dan bukan UMKM?

Kategori UMKM Beserta Contohnya

Dalam UMKM sendiri ada beberapa jenis atau klasifikasi usaha, yang dibedakan berdasarkan modal usaha dan hasil penjualan.

1. Usaha Mikro

Usaha Mikro merupakan salah satu kategori dari UMKM yang memiliki skala terkecil di antara ketiganya. Usaha Mikro seringkali dimiliki dan dijalankan oleh individu atau kelompok kecil dengan jumlah karyawan yang terbatas dan aset yang relatif kecil.

Bisnis yang termasuk dalam usaha mikro umumnya memiliki kekayaan bersih paling banyak sebesar Rp50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Selain itu, Usaha Mikro adalah yang berpenghasilan paling banyak Rp300 juta per tahun.

Usaha mikro adalah yang berpenghasilan paling banyak Rp300 juta / tahun.
Contoh usaha mikro: Pedagang kecil di pasar, pedagang asongan, usaha pangkas rambut, warung makan, bengkel tambal ban, penjahit pakaian, dll.

2. Usaha Kecil

Usaha Kecil memiliki skala yang lebih besar daripada Usaha Mikro, tetapi tetap berukuran kecil jika dibandingkan dengan Usaha Menengah. Usaha Kecil umumnya memiliki jumlah karyawan, omset, dan nilai aset yang lebih besar daripada Usaha Mikro, namun masih terbatas dan tidak sebesar Usaha Menengah.

Bisnis yang termasuk dalam Usaha Kecil umumnya memiliki kekayaan bersih sekitar Rp50-500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Selain itu, Usaha Kecil adalah yang berpenghasilan berkisar Rp300 juta - 2,5 Miliar per tahun.

Usaha kecil adalah yang berpenghasilan berkisar Rp300 juta - 2,5 Miliar / tahun.
Contoh usaha kecil: kafe, restoran, bengkel motor, katering, usaha fotocopy, warnet, toko elektronik, dan lain-lain.

3. Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah salah satu kategori dalam UMKM yang berada di antara Usaha Kecil dan Usaha Besar dalam hal skala operasional, jumlah karyawan, omset, dan nilai aset.

Kriteria kekayaan bersih dari usaha menengah sudah di atas Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar (tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha). Kemudian hasil penjualan per tahunnya mencapai Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar.

Usaha menengah memiliki penghasilan yang berkisar antara Rp 2,5 miliar sampai Rp 50 miliar / tahun.
Contoh usaha menengah: toko bangunan, konveksi, distributor atau grosir, pabrik roti rumahan, konsultan, dan lain-lain.

Tantangan yang Harus Dihadapi UMKM

Contoh Usaha UMKM

Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan operasional dan pengembangan usaha mereka. Beberapa tantangan utama yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM adalah sebagai berikut.

1. Pembiayaan

Salah satu tantangan terbesar bagi UMKM adalah mendapatkan akses ke pembiayaan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan usaha mereka. Banyak UMKM memiliki keterbatasan akses terhadap kredit dari lembaga keuangan formal karena faktor-faktor seperti kurangnya jaminan, catatan kredit yang buruk, atau ketidakmampuan untuk memenuhi persyaratan kredit.

2. Keterbatasan Sumber Daya

UMKM seringkali menghadapi masalah keterbatasan sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi efisiensi operasional dan inovasi dalam bisnis mereka. Banyak UMKM yang hanya dijalankan oleh pemiliknya sendiri atau kelompok kecil, yang mungkin tidak memiliki keterampilan manajemen dan keahlian bisnis yang memadai untuk mengelola operasional dan pertumbuhan bisnis dengan efektif.

Apalagi di era modern seperti sekarang ini, perlunya sumber daya yang mumpuni didukung dengan akses terhadap teknologi dan infrastruktur demi kemudahan dalam menjalankan operasional. Beberapa UMKM mungkin menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi dan infrastruktur modern yang dapat mempengaruhi daya saing mereka dalam pasar yang semakin terhubung.

3. Persaingan dengan Perusahaan Besar

UMKM seringkali harus bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki sumber daya dan kekuatan finansial yang lebih besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM untuk bisa survive ditengah persaingan. Pelaku UMKM harus memutar otak untuk mendapatkan pangsa pasar dan mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan.

4. Regulasi dan Birokrasi

Beban regulasi dan birokrasi yang kompleks dapat menyulitkan UMKM dalam menjalankan operasional mereka. Proses perizinan, pembayaran pajak, dan prosedur administrasi lainnya bisa menjadi rumit dan memakan waktu.

5. Perubahan Pasar dan Permintaan Konsumen

UMKM harus dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan permintaan konsumen yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kepiawaian dalam mengantisipasi tren dan kebutuhan pasar sangat penting bagi keberhasilan UMKM. Sebaliknya jika bergerak lambat dan tidak berkembang, maka akan tertinggal oleh perubahan pasar yang selalu bergerak maju.

Beberapa UMKM mungkin terlalu bergantung pada pasar lokal, sehingga rentan terhadap fluktuasi ekonomi atau perubahan dalam preferensi konsumen lokal.

6. Pemasaran dan Branding

Banyak UMKM menghadapi tantangan dalam memasarkan produk atau layanan mereka dengan efektif dan membangun citra merek yang kuat di pasar. Keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pelatihan bisnis dapat mempengaruhi kemampuan UMKM untuk mengembangkan strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan inovasi produk.

Peran UMKM dalam Pembangunan Ekonomi

Definisi dan Kategori UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Kontribusi dan peran UMKM dalam pembangunan ekonomi mencakup berbagai aspek yang berdampak positif pada pertumbuhan, pemerataan, dan keberlanjutan perekonomian. Berikut beberapa peran utama yang dihasilkan dari UMKM dalam pembangunan ekonomi.

1. Penciptaan Lapangan Kerja

UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling aktif dalam menciptakan lapangan kerja. Karena skala operasional yang lebih kecil, UMKM dapat dengan cepat menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi tingkat pengangguran, dan membantu mengatasi masalah ketidaksetaraan pendapatan.

2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat

UMKM berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan memberikan peluang kepada individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Pendapatan yang dihasilkan dari UMKM membantu meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi.

UMKM berperan penting dalam mengembangkan pedesaan dan wilayah, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap jenis-jenis investasi besar. UMKM dapat membantu meningkatkan infrastruktur, layanan, dan ekonomi lokal.

3. Mendorong Inovasi dan Kreativitas

Karena sifat adaptif dan responsif terhadap perubahan, UMKM seringkali menjadi tempat bagi inovasi dan kreativitas. Pengusaha UMKM seringkali mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan produk atau layanan yang unik dan inovatif.

4. Peningkatan dan Pemerataan Ekonomi

UMKM memiliki potensi untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara berbagai wilayah dan kelompok masyarakat. Dengan beroperasi di tingkat lokal dan regional, UMKM dapat membantu mendistribusikan manfaat ekonomi ke berbagai daerah.

UMKM juga membantu diversifikasi struktur ekonomi suatu negara dengan berkontribusi dalam berbagai sektor, termasuk perdagangan, pertanian, jasa, manufaktur, dan industri kreatif.

5. Pengembangan Keterampilan dan Kapasitas

UMKM memberikan kesempatan bagi individu untuk mengembangkan keterampilan dan kapasitas dalam berbagai aspek bisnis, termasuk manajemen, pemasaran, produksi, dan keuangan.

6. Pendorong Pertumbuhan Industri

UMKM seringkali menjadi basis bagi industri-industri yang lebih besar. Pertumbuhan UMKM dalam industri tertentu dapat menggerakkan pertumbuhan sektor industri secara keseluruhan.

Dalam kombinasi, peran-peran ini membantu menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih inklusif, dinamis, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dukungan dan pengembangan UMKM menjadi faktor kunci dalam memajukan pembangunan ekonomi suatu negara.

Potensi dan Peluang UMKM di Masa Depan

Potensi dan peluang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masa depan sangat menjanjikan, terutama dengan adanya perkembangan teknologi dan perubahan tren bisnis. Berikut adalah beberapa potensi dan peluang UMKM di masa depan

1. Pengembangan Teknologi

Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, UMKM memiliki peluang besar untuk memanfaatkan teknologi dalam operasional mereka. Pemanfaatan e-commerce, media sosial, dan teknologi digital lainnya dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis.

2. Akses Pembiayaan Alternatif

Kemajuan teknologi juga membuka pintu bagi akses pembiayaan alternatif bagi UMKM. Platform fintech dan layanan pembiayaan daring dapat memberikan akses yang lebih mudah dan cepat ke sumber pembiayaan.

3. Ekspansi Pasar Internasional

Dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi, UMKM memiliki kesempatan untuk mengakses pasar internasional dengan lebih mudah. Melalui platform e-commerce dan layanan logistik global, UMKM dapat menjual produk mereka hingga ke pasar luar negeri.

4. Industri Kreatif dan Inovasi

UMKM di sektor industri kreatif memiliki potensi besar untuk berinovasi dan menciptakan produk-produk yang unik dan menarik. Permintaan pasar terhadap kreativitas dan desain yang berbeda membuka peluang baru bagi UMKM dalam industri ini.

5. Sustainability dan Go Green

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan keberlanjutan, UMKM yang fokus pada praktik bisnis berkelanjutan dan ramah lingkungan memiliki peluang untuk menarik konsumen yang peduli dengan isu-isu lingkungan.

6. Pendidikan dan Pelatihan

Pelatihan dan pendidikan bisnis yang terus menerus dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitas dan keahlian manajemen mereka. Ini akan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha.

7. Penggunaan Big Data dan Analitik

UMKM dapat memanfaatkan analisis data untuk memahami perilaku konsumen, tren pasar, dan preferensi pelanggan. Dengan pemahaman ini, UMKM dapat menyesuaikan strategi pemasaran, dan pengembangan produk.

8. Pengembangan Produk dan Layanan Berbasis Teknologi

UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk dan layanan berbasis teknologi yang inovatif, seperti aplikasi mobile, solusi AI (kecerdasan buatan), dan Internet of Things (IoT).

9. Penguatan Kemitraan Antar UMKM

UMKM dapat saling berkolaborasi dan membentuk kemitraan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat.

Kesimpulan

Istilah UMKM merujuk pada kategori bisnis yang berbeda berdasarkan skala operasional, ukuran, dan aset dari perusahaan-perusahaan tersebut. UMKM adalah bagian penting dari sektor ekonomi suatu negara dan memainkan peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.

UMKM memiliki masa depan yang cerah dan dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat. Penting bagi UMKM untuk tetap beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi serta dukungan yang tersedia untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Meskipun memiliki berbagai tantangan, mereka juga memiliki keunggulan dalam fleksibilitas, adaptabilitas, dan kemampuan untuk memberikan layanan yang lebih personal kepada pelanggan. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, inisiatif swasta, dan akses ke pelatihan dan pendidikan bisnis, UMKM dapat mengatasi tantangan dan berkontribusi secara positif dalam perekonomian suatu negara.

Karena peran strategisnya, dukungan dan pengembangan UMKM menjadi faktor penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Dengan kebijakan dan insentif yang tepat dari pemerintah serta dukungan dari sektor swasta, UMKM dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar lagi dalam perekonomian dan pembangunan sosial.

Artikel Terkait